Rabu, April 29, 2026
BerandaTNIRubuha Efektif Tekan Populasi Tikus, Babinsa Lempeni Optimalkan Pendampingan Petani

Rubuha Efektif Tekan Populasi Tikus, Babinsa Lempeni Optimalkan Pendampingan Petani

Lumajang – Upaya menjaga ketahanan pangan terus dilakukan melalui sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat tani. Babinsa Lempeni Koramil 0821-10/Tempeh, Serda Heru Cokro Setio Bekti, yang aktif mendampingi petani dalam gerakan pengendalian hama tikus dilaksanakan bersama warga kelompok tani Sido Mulyo di lahan persawahan Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Rabu (29/4/2026). 
Pendampingan ini menjadi bagian dari langkah konkret untuk menekan serangan hama tikus yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian.
Di lokasi, Babinsa bersama para petani melakukan berbagai metode pengendalian, mulai dari gerakan gropyokan (perburuan tikus secara massal) hingga pemanfaatan Rumah Burung Hantu (Rubuha) sebagai solusi alami dan ramah lingkungan. Rubuha dinilai efektif karena burung hantu merupakan predator alami tikus yang mampu menjaga keseimbangan ekosistem di area persawahan. 
Dalam kesempatan itu, Serda Heru Cokro Setio Bekti menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa merupakan wujud kepedulian TNI dalam mendukung kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas pangan di daerah.
“Kami hadir di tengah masyarakat untuk membantu setiap kesulitan, termasuk dalam sektor pertanian. Pengendalian hama tikus ini harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan, salah satunya dengan memanfaatkan Rumah Burung Hantu sebagai solusi alami,” tegas dia
Kepala Kelompok Tani Sido Mulyo, Wanto, menyampaikan bahwa luas lahan sawah yang terdampak serangan hama tikus di wilayahnya diperkirakan mencapai 40 hektare. Kondisi tersebut mendorong petani untuk bergerak cepat bersama Babinsa guna meminimalisir kerugian.
“Serangan tikus cukup meresahkan petani. Dengan adanya pendampingan dari Babinsa, kami lebih terarah dalam melakukan pengendalian, termasuk pemanfaatan Rubuha yang terbukti membantu mengurangi populasi hama,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan serangan hama tikus dapat ditekan secara signifikan, sehingga kedepannya hasil panen petani tetap optimal. Sinergi antara Babinsa dan petani pun menjadi kunci utama dalam menciptakan pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing. (Pendim0821)
RELATED ARTICLES
- Advertisment -

BERITA POPULER