Senin, April 20, 2026
BerandaTNIKebersamaan Rawat Lingkungan, Babinsa Kunir Lor dan Warga Kerja Bakti Bersihkan Saluran...

Kebersamaan Rawat Lingkungan, Babinsa Kunir Lor dan Warga Kerja Bakti Bersihkan Saluran Irigasi



Lumajang – Wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, Babinsa Kunir Lor Koramil 0821-13/Kunir, Sertu Harianto Dwi Cahyono, turut terjun langsung bersama warga dalam kegiatan kerja bakti pembersihan saluran irigasi sepanjang 900 meter yang berada di Dusun Sentul RW 04 Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (20/4/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan dengan membersihkan endapan lumpur, sampah, serta rumput liar yang tumbuh di sepanjang saluran irigasi. Pembersihan dilakukan secara gotong royong menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sabit, dan sekop, sehingga proses kerja dapat berjalan cepat dan maksimal.

Dalam kesempatan itu, Sertu Harianto mengatakan bahwa kerja bakti pembersihan saluran irigasi ini merupakan upaya bersama dalam menjaga fasilitas pertanian yang sangat dibutuhkan masyarakat, terutama petani di wilayah Kunir Lor.

“Saluran irigasi ini sangat penting bagi lahan pertanian warga. Dengan kerja bakti seperti ini, aliran air menjadi lancar dan risiko kerusakan maupun banjir kecil dapat diminimalisir,” ujar dia.

Kepala Desa Kunir Lor, Yudi Purnomo, menjelaskan bahwa saluran irigasi yang dibersihkan tersebut sebelumnya sudah cukup lama tidak mendapatkan perawatan rutin, sehingga banyak tertutup endapan lumpur dan ditumbuhi rumput liar. Akibatnya, fungsi saluran sebagai jalur air cadangan tidak berjalan maksimal.

“Saluran irigasi ini sebenarnya sangat penting karena menjadi aliran cadangan bagi lahan pertanian warga Dusun Sentul. Namun karena sudah lama tidak dibersihkan, banyak tersumbat dan air tidak bisa mengalir lancar. Maka dari itu, kami bersama Babinsa dan masyarakat berinisiatif melakukan kerja bakti agar saluran ini kembali berfungsi,” ujar Yudi.

Ia menambahkan, keberadaan irigasi cadangan sangat dibutuhkan terutama saat debit air utama menurun, sehingga petani tetap memiliki sumber aliran alternatif untuk menjaga tanaman tetap mendapatkan pasokan air.

“Kalau irigasi cadangan ini terawat, petani tidak terlalu khawatir ketika musim kemarau atau saat aliran utama bermasalah. Harapannya setelah dibersihkan, masyarakat bisa menjaga bersama dan menjadikannya kegiatan rutin,” pungkasnya. (Pendim0821)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

BERITA POPULER