Lumajang – Menjelang pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129, Kodim 0821/Lumajang terus mematangkan kesiapan seluruh personel yang akan diterjunkan di lapangan. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui pengarahan teknis yang disampaikan Bati Bhakti Kodim 0821/Lumajang, Peltu Mamang Rohenda, kepada personel Satgas TMMD ke-129 dari Yonif TP 836/Brahma Yodha dan Yonzipur 5/Arati Bhaya Wighina, di Makodim 0821/Lumajang. Selasa(14/7/2026)
Pengarahan tersebut difokuskan pada penjelasan sasaran fisik yang akan menjadi prioritas pelaksanaan TMMD di Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang. Selain menyampaikan gambaran teknis pekerjaan, Peltu Mamang Rohenda juga menekankan pentingnya koordinasi, disiplin, serta semangat gotong royong dalam menyukseskan program yang akan resmi dibuka pada Rabu.
Dalam arahannya, ia menjelaskan bahwa setiap personel harus memahami sasaran pekerjaan sejak awal agar pelaksanaan di lapangan berjalan efektif, tepat waktu, dan sesuai dengan target yang telah direncanakan.
“Keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari terjalinnya kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Oleh karena itu, setiap personel harus bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga kekompakan, serta mengedepankan komunikasi yang baik dengan warga selama pelaksanaan kegiatan,” ujar Peltu Mamang Rohenda.
Ia menambahkan bahwa TMMD merupakan program strategis TNI AD yang bertujuan mempercepat pembangunan di daerah, khususnya wilayah pedesaan, sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui karya nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kehadiran personel dari Yonif TP 836/Brahma Yodha dan Yonzipur 5/Arati Bhaya Wighina diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan berbagai sasaran pembangunan, baik fisik maupun nonfisik, sehingga hasil TMMD dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Ledoktempuro.
Program TMMD ke-129 dijadwalkan dibuka secara resmi besok di Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang. Melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat ketahanan wilayah sebagai fondasi pembangunan nasional dari tingkat desa.(Pendim0821)