Sabtu, Mei 9, 2026
BerandaTNIDanrem 083/BDJ Lepas Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 527/BY, Tegaskan Tugas Operasi Adalah...

Danrem 083/BDJ Lepas Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 527/BY, Tegaskan Tugas Operasi Adalah Kehormatan Prajurit

Lumajang – Komandan Korem 083/BDJ, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., memimpin Upacara Pelepasan Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Papua Yonif 527/By Tahun 2026, bertempat di Lapangan Pratu Natra Yonif 527/BY Lumajang, Sabtu (9/5/2026).
Upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat patriotisme sebagai bentuk penghormatan kepada prajurit yang akan melaksanakan tugas negara di wilayah perbatasan Papua.
Dalam amanatnya, Danrem 083/BDJ menyampaikan bahwa penugasan operasi merupakan kehormatan sekaligus kepercayaan besar dari bangsa dan negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Atas nama Komando dan selaku Danrem 083/BDJ, saya mengucapkan selamat atas kepercayaan yang diberikan negara di pundak kalian untuk melaksanakan tugas Pamtas RI-PNG kewilayahan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa tugas operasi bukan sekadar penugasan militer, namun bentuk pengabdian nyata prajurit dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan di wilayah penugasan.
“Pada dasarnya tugas operasi merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi setiap prajurit sejati,” ujarnya.
Danrem juga mengingatkan seluruh personel Satgas agar melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
“Jangan sekali-kali bertindak arogan, main hakim sendiri, atau melakukan tindakan yang dapat menyakiti hati rakyat. Bangun kerja sama yang baik dengan TNI, Polri, dan masyarakat di daerah penugasan,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Danrem memberikan sejumlah penekanan penting kepada prajurit Satgas Yonif 527/By, di antaranya meningkatkan keimanan dan ketakwaan, memahami tugas dengan baik, menjaga kekompakan antar personel, menjalin hubungan dengan tokoh adat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat, hingga menjaga keamanan diri dan perlengkapan selama bertugas.
Selain kepada prajurit, perhatian khusus juga diberikan kepada anggota Persit yang ditinggal tugas operasi. Danrem meminta agar para istri prajurit memberikan dukungan moril dan menjaga keharmonisan keluarga selama suami menjalankan tugas negara.
“Tugas operasi adalah kehormatan bagi prajurit, sehingga keluarga juga harus turut mendukung dengan penuh kebanggaan dan keikhlasan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin dan menjaga nama baik satuan, termasuk bagi anggota Persit selama ditinggal penugasan, guna menghindari hal-hal yang dapat merugikan keluarga maupun institusi. (Pendim 0821).
RELATED ARTICLES
- Advertisment -

BERITA POPULER