Peninjauan tersebut melibatkan sejumlah jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) diantaranya, Kejaksaan Negeri Lumajang, Polres Lumajang serta Kodim 0821 Lumajang
Peninjauan diawali dengan mendatangi stockpile terpadu yang berada di Kecamatan Sumbersuko, kemudian dilanjutkan melihat akses dan portal jalan hingga beberapa titik lokasi pertambangan.
“Tadi saya bersama Forkopimda ke stockpile terpadu untuk memastikan kesiapan untuk menjadi titik pusat ke perpaduan semua pengelolaan stockpile,” ujar bupati.
Selanjutnya, Cak Thoriq memastikan terkait jumlah stockpile yang saat ini sudah disiapkan, baik dari lokasi kapling yang sudah ada maupun yang masih kosong, supaya ketika stokpile terpadu sudah beroperasi tidak ada kendala.
Dirinya juga memastikan kondisi lalu lintas agar nantinya armada truk pasir yang keluar-masuk stockpile terpadu sesuai dengan Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN) yang sudah disampaikan ke Kementerian Perhubungan. Termasuk juga akan ada pengecekan terkait dengan SKAB yang itu menjadi bagian dari pendapatan pajak daerah.
Selain itu, Cak Thoriq bersama rombongan juga mendatangi sejumlah stockpile yang berada dibeberapa titik di sepanjang jalan ke arah selatan Lumajang. Tidak sedikit dari stockpile tersebut yang perizinannya habis. Bahkan, tidak sedikit juga stockpile yang tidak bisa menghitung kapasitas pasirnya melalui SKAB.
“Ini kita evaluasi, dalam waktu dekat kami akan mengumpulkan pemilik izin tambang, paguyuban truk armada pasir dan beberapa pihak yang itu menjadi satu-kesatuan dalam sistem yang nanti akan kita jalankan bersama-sama,” pungkasnya. (Tim)



